Fenomena Konten Kejar Tayang

Ada apa dengan konten kejar tayang?

Setelah saya berselancar pada beberapa blog, ternyata saya banyak mendapati hal baru yang selama ini belum saya ketahui. Sekarang saya mengerti, segala fenomena itu harus difahami atau minimal diingat untuk bekal dalam kehidupan. Termasuk juga dengan fenomena konten kejar tayang. Mungkin sahabat sekalian bertanya, apa sih konten kejar tayang itu, apa sih keuntungannya, dan ada gak sisi buruknya. Kalau saya menjawab semua itu secara gamblang, kayaknya itu tidak etis dan saya lebih memilih untuk mengembalikan semua permasalahan kepada yang kalian semua. Karena konten kejar tayang itu muncul dengan berbagai macam alasan. Jadi bijaklah dalam menanggapinya.

konten kejar tayang

Musim konten kejar tayang

Biasanya konten kejar tayang itu muncul pada akhir tahun, sekitar bulan November dan Desember. Banyak blogger mempersiapkan konten kejar tayang untuk tahun berikutnya. Apa lagi kalau pembayaran Adsense sudah bisa dicairkan, makanya konten kejar tayang ini biasanya menjadi naik daun. Selanjutnya, karena pada akhir tahun biasanya trafik kunjungan anjlok, makanya banyak blogger yang mengisi waktu luang dengan membuat konten kejar tayang atau sebanyak-banyaknya, agar tidak susah lagi tahun depan untuk menerbitkan artikel. Awal tahun berikutnya, konten kejar tayangpun akhirnya menjamur, menggeliat, lalu berjibaku dengan konten lainnya di mesin pencari. Finalnya, SERPs jualah yang menentukan konten yang mana akan menang dan dapat bertahan di posisi yang baik. Akhirnya beberapa konten harus merelakan dengan kekecewaan kalau konten itu tidak memberi apapun dalam perjalanan blog mereka.
Sampai saat ini banyak kawan-kawan menganggap bahwa konten yang banyak berimbas baik bagi pertumbuhan blog, terutama untuk adsense. Karena dengan konten yang banyak, maka posisi blog akan semakin kuat pada mesin pencari dan ini akan lebih baik bagi adsense yang dipasang. Ini permasalahan pertama. Adanya anggapan bahwa blog yang dijejali konten yang banyak, maka rating akan semakin naik dan posisi blog akan semakin meningkat pada mesin pencari dan mungkin juga bisa menyenggol alexa untuk turun secara drastis. Ini menjadi permasalahan kedua. Selanjutnya adanya pemahaman Konten adalah raja (content is the king), jadi semakin banyak konten, maka semakin baik. Namun banyak orang tidak mengetahui dari segi mana kebaikan yang maksud dengan kata-kata konten adalah raja.
Kalau semua fenomena di atas menyebabkan konten kejar tayang bermunculan, maka saya akan membahasnya dalam satu pokok bahasan yang bisa menjawab ketiganya. Semoga ini bisa memberikan pencerahan bagi saya pribadi dan bagi kawan-kawan lainnya. Sisanya saya serahkan kepada pemahaman dan pemikiran kalian, karena saya menulis bukan untuk memenjarakan ide dan kreatifitas kita semua.
Sebelumnya saya mohon maaf, bukannya saya seorang ahli, tapi ini adalah fenomena yang terjadi. Kalau ini tidak diperhati, jangan sampai kita menangisi diri karena blog menjadi tiada berarti. Banyak kata, tapi hanya terbaca angin sunyi....hihihiihiiiiiiiiii.

Memahami fenomena konten kejar tayang

Saya pernah mendengar seorang kawan telah mempersiapkan sekitar 150 artikel untuk bulan Januari tahun 2015. Dia mengatakan mempersiapkan artikel yang bejubel itu sekitar bulan Oktober sampai Desember 2014. Saya bertanya, emang efektifkah artikel sebanyak itu untuk satu bulan? lalu bagaimana cara mengoptimasinya? saya hanya terdiam sambil garuk kepala tidak mengerti.

Ilustrasi di atas hanya sebagian kecil yang dilakukan salah satu sahabat saya. Saya yakin banyak blogger yang melakukan ini untuk tujuan tertentu. Sekarang mari kita telaah dan fahami. Kalau 150 artikel dalam satu bulan, berarti ada lima artikel yang harus terbit dalam tiap hari. Dari 5 artikel tersebut, secara gampangnya kita melakukan optimasi dari link internal dan optimasi melalui seo off page kepada 5 artikel sekaligus. Bagi yang sudah ahli mungkin ini mudah dilakukan, namun tetap ada saja kelemahannya. Pertama ketika anda menerbitkan 5 artikel satu hari, mungkinkah ada jumlah kunjungan yang merata pada semua artikel. Akhirnya akan menyebabkan bounce rate atau salah satu artikel lebih tinggi trafiknya dari yang lain, dan ini tidak baik bagi perkembangan konten anda. Akhirnya konten yang mengalami trafik rendah dapat dianggap poor content (artikel miskin) karena tidak dapat menjaring trafik dibanding artikel lainnya. Permasalahan ini bisa menyebabkan reputasi blog anda menurun di mata mesin pencari.

Sementara kalau untuk adsense, mungkin lebih mengutamakan artikel yang original dan berkualitas. Seandainya konten kejar tayang original dan berkualitas, maka problem yang menunggu adalah permasalahan trafik. Google juga mengutamakan trafik yang dibangun dari konten tersebut. Karena keduanya adalah modal awal dari ketertarikan mereka untuk memasang iklan di blog anda. Secara logika, mana ada advertiser iklan yang memasang iklannya pada blog yang sepi pengunjung. Iya gak bro?

Saya pernah berkunjung sekedar ingin tau apa sih yang membuat blog seperti Arianna Huffington dengan The Huffington Post, Pete Cashmore dengan Mashable, Michael Arrington dengan TechCrunch, Vitaly Friedman dengan Smashing Magazine, Collis Taeed dengan Tuts+, dan sibangkotan Darren Rowse dengan Problogger yang begitu nyaman makan duit melalui internet. Setelah saya amati tidak ada blog personal yang memuat sampai 5 tulisan dalam satu hari.
Anda mau tau kesuksesan mereka, bahwa mereka hanya berpikir untuk menyuguhkan suatu hal yang disenangi orang dan akan diminati. Hanya itu gan. Akhirnya blog mereka mendapat ribuan page view perhari. Jadi kesimpulannya, artikel itu penting namun harus berbanding lurus dengan trafik yang harus didapatkan melalui artikel tersebut.
Memang konten adalah raja. Namun yang dimaksud dengan konten adalah raja bahwa kita harus memaksimalkan konten, baik dari tingkat kebutuhan dan ketertarikan pembaca, keaslian dan keunikan, memperhatikan alur dan penggunaan tanda baca, serta teknik optimasi. Semua saling terkait dan mempunyai peranan yang sangat penting. Bila anda mengabaikan salah satunya, maka kemungkinan besar konten akan sia-sia. Jadi bukan membuat artikel kejar tayang. Saya hanya mengingatkan bahwa sebelum membuat konten kejar tayang, pikirkan dulu tujuan dan kuntungannya. Jangan sampai pekerjaan anda sia-sia.
MOHON MAAF BAGI YANG MERASA. TULISAN INI BUKAN UNTUK MENJATUHKAN ATAU MENGHANCURKAN, NAMUN UNTUK DIPIKIRKAN. SISANYA TERSERAH KEPADA KALIAN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN.
Baiklah gan...sampai di sini dulu tulisan mengenai fenomena konten kejar tayang. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi semuanya, amin. Salam sahabat blogger.

Untuk seorang sahabat yang masih bergumul dalam dunia ketidak-pastian.

0 Response to "Fenomena Konten Kejar Tayang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel